Cara Sukses Budidaya Ikan Patin Untung Puluhan Juta Rupiah

3 min read

budidaya ikan patin bogor budidaya ikan patin berapa lama budidaya ikan patin bioflok budidaya ikan patin & bawal bogor jawa barat budidaya ikan patin bagi pemula budidaya ikan patin beserta gambar budidaya ikan patin beserta gambarnya

Ikan Patin termasuk dalam kelompok ikan berkumis atau Siluriformes. Kelompok hewan yang satu ini banyak yang bernilai ekonomi, salah satunya patin. Sehingga tak heran jika budidaya ikan patin semakin meningkat setiap tahunnya.

Di alam, ikan ini biasa hidup di sungai-sungai. Bisa tumbuh hingga ukuran yang sangat besar, bahkan dapat mencapai panjang dua meter atau lebih. Seperti pada jenis ikan lain, kelebihan dan kekurangan budidaya ikan patin tentu selalu ada.

Klasifikasi Ilmiah Ikan Patin

cara budidaya ikan patin di kolam cara budidaya ikan patin untuk pemula cara budidaya ikan patin kolam tanah budidaya ikan patin di kolam terpal budidaya ikan patin dalam ember budidaya ikan patin di kolam beton budidaya ikan patin dalam drum plastik budidaya ikan patin di kolam tanah
Image: kelasternak.com

Kingdom              : Animalia

Filum                     : Chordata

Kelas                     : Actinopterygii

Ordo                      : Siluriformes

Famili                    : Pangasiidae

Genus                   : Pangasius

Valenciennes, 1840

Kandungan Gizi Ikan Patin

budidaya ikan patin dan gambarnya budidaya ikan patin di gresik gambar budidaya ikan patin cara gampang budidaya ikan patin budidaya ikan patin hingga panen budi daya ikan patin hias cara budidaya ikan patin hias hasil budidaya ikan patin habitat budidaya ikan patin hasil dari budidaya ikan patin cara budidaya ikan patin intensif
Image: kelasternak.com

Dibandingkan dengan jenis ikan lainnya, patin memiiki kandungan lemak yang lebih rendah. Kandungan asam lemak esensial DHA mencapai 4,74 dan dengan kandungan EPA juga mencapai 0,31 persen. Kehadiran asam lemak omega-3 dalam ikan patin juga semakin memperkaya manfaatnya.

Kandungan kolesterol dalam ikan patin cenderung rendah yakni hanya 21-30 mg per 100 gram. Konsumsi ikan patin sangat direkomendasikan untuk penderita kolesterol yang ingin menurunkan kadar kolesterol dalam tubuhnya.

Tak hanya itu, kandungan protein ikan patin yang cukup besar yakni sekitar 159 grammembuat ikan yang satu ini penting bagi pertumbuhan sel-sel dalam tubuh serta dalam menjaga tubuh agar tetap sehat

Manfaat Ikan Patin bagi Kesehatan

budidaya ikan patin kolam beton budidaya ikan patin sistem boster cara budidaya ikan patin bioflok cara budidaya ikan patin cara budidaya ikan patin di kolam beton cara budidaya ikan patin di kolam terpal cara budidaya ikan patin di kolam tanah cara budidaya ikan patin di ember
Image: kelasternak.com

Setelah kita mengetahui beberapa isi kandungan protein yang ada pada ikan patin. Sekarang mari kita liat seberapa banyak manfaat yang dimiliki ikan patin terhadap tubuh. Dibawah ini adalah berbagai manfaat dapat diperoleh dari mengkonsumsi ikan patin:

  • Mencegah penyakit kardiovaskular

Kandungan lemak tak jenuh yang cukup tinggi dalam ikan patin dapat mencegah terjadinya berbagai penyakit yang berhubungan dengan sistem kardiovaskular.

  • Mengurangi kadar kolesterol

Selain ikut menjaga kesehatan sistem kardiovaskular, kandungan lemak tak jenuh ikan patin juga mampu mengurangi kadar kolesterol jahat yang ada di dalam tubuh seseorang.

  • Mengoptimalkan pertumbuhan janin

Kandungan DHA serta omega-3 yang berlimpah pada ikan patin sangatt bermanfaat bagi kesehatan ibu hamil dan mendukung pertumbuhan otak janin menjadi lebih optimal. 

  • Mencegah aterosklerosis

Aterosklerosis adalah penyempitan atau pengerasan pembuluh darah karena plak pada pembuluh darah. Plak terbentuk dari produk buang sel, kalsium, fibrin, lemak serta kolesterol.  

Plak dapat terbawa aliran darah sampai menimbulkan penyumbatan. Dampak lanjutannya, peredaran darah serta oksigen dari arteri ke organ tubuh dapat terhambat dan mengganggu kesehatan.

  • Menyembuhkan hipotensi

Tekanan darah yang normal berada di antara 90/60 dan 140/90. Hipotensi adalah keadaan di mana tekanan darah lebih rendah daripada ambang batas normal. Kekruangan asam folat dan vitamin B12 bisa menyebabkan anemia dan berdampak pada penurunan tekanan darah.

Cara Budidaya Ikan Patin agar Cepat Panen

jurnal budidaya ikan patin budidaya ikan patin kolam terpal budidaya ikan patin kolam tanah budidaya ikan patin kolam tembok budidaya ikan patin keramba budidaya ikan patin kolam terpal bulat budidaya ikan patin kolam bundar budidaya ikan konsumsi patin budi daya ikan patin di kolam terpal budidaya ikan patin lahan sempit makalah budidaya ikan patin lengkap budidaya ikan patin di lahan sempit budidaya ikan patin di lombok
Image: kelasternak.com

Ikan patin lebih banyak melakukan aktivitas dan mencari makan pada saat malam. Menyukai tempat yang cenderung gelap, agak dalam, juga teduh. Di siang hari, ikan patin lebih banyak berdiam diri atau berlindung di tempat yang gelap.

Pada ikan patin yang dibudidaya di kolam pemeliharaan, atau budidaya ikan patin dalam ember,  terutama yang dilakukan secara intensif, patin bisa dibiasakan untuk makan atau beraktivitas di pagi atau siang hari, meski memang nafsu  makannya tetap lebih tinggi pada malam hari.

Apabila pemberian pakan dilakukan saat pagi, siang, dan sore hari, maka jumlah pakan saat sore hari jumlahnya lebih banyak. Sedangkan, jika pemberian pakan dilakukan pada pagi, siang, sore, juga malam hari, jumlah pakan yang pada malam hari, sebaiknya lebih banyak.

Pemilihan Bibit yang Baik

cara budidaya ikan lele patin laporan budidaya ikan patin lama budidaya ikan patin lokasi budidaya ikan patin budidaya larva ikan patin budidaya ikan patin modern budidaya ikan patin yang mudah makalah budidaya ikan patin makalah budidaya ikan patin doc modal budidaya ikan patin manfaat budidaya ikan patin makalah budidaya ikan patin di kolam terpal manajemen budidaya ikan patin masa budidaya ikan patin cara budidaya ikan patin organik
Image: kelasternak.com

Dalam pemijahan bibit patin sebaiknya memperhatikan 4 faktor berikut ini:

  • Kesehatan bibit atau ciri fisiknya. Benih ikan patin yang berkualitas memiliki ukuran tubuh proposional, dengan ukuran antara kepala dan tubuhnya seimbang. Pergerakannya lincah, sungutnya sempurna, tidak ada luka atau cacat, dan warna tubuhnya terlihat mengkilat juga cerah.
  • Ukuran benih yang seragam, hal ini guna menghindari kasus kanibalisme meski hal tersebut sangat jarang terjadi.
  • Pastikan benih berasal dari induk berkualitas unggul, bukan hasil pemijahan dari kekerabatan dekat atau disebut juga inbreeding.
  • Tanyakan terlebih dulu mengenai penyakit kepada penangkarnya, apakah bibit patin tersebut pernah terjangkit penyakit atau tidak. Tak lupa cari informasi tentang cara perlakuan bibit sebelumnya, apakah menggunakan vitamin, probiotik, atau antibiotik.

Cara Pemeliharaan yang Benar

budidaya ikan patin albino budidaya ikan patin agar cepat besar budidaya ikan patin di akuarium cara budidaya ikan patin albino analisa budidaya ikan patin analisa budidaya ikan patin di kolam tanah artikel budidaya ikan patin budidaya ikan patin di keramba jaring apung alat budidaya ikan patin analisis budidaya ikan patin kolam terpal
Image: kelasternak.com

Meski budidaya ikan patin tergolong cepat, pemeliharaannya juga harus tepat agar ikan patin yang dipanen bisa berukuran besar serta berkualitas baik. Cara budidaya ikan patin di kolam terpal juga tak jauh berbeda dengan budidaya ikan patin di kolam beton maupun tanah.

Terdapat tiga hal yang perlu diperhatikan dalam memelihara ikan patin supaya tumbuh sehat dan optimal:

  • Kondisi kolam budidaya. Apabila kolam ikan patin kurang baik ikan akan mudah terserang penyakit hingga menyebabkan kematian bibit ikan. Usahakan untuk mengaliri kolam dari sumber yang bersih.
  • Sebelum bibit dimasukkan ke dalam kolam, terlebih dahulu lakukan pemupukan. Tujuannya adalah untuk merangsang pertumbuhan pakan alami.
  • Pemberian pakan secara bertahap setiap pagi dan sore hari untuk bibit yang baru dimasukkan ke dalam kolam sebaiknya tidak berupa pakan pellet. Biarkan bibit memakan zooplangton yang telah tersedia di kolam. Barulah secara bertahap diberikan pakan pelet. Jumlah pemberiannya pun akan berubah setiap bulannya, disesuaikan dengan kondisi pertumbuhan ikan patin. Standardnya, pakan yang diberikan adalah 3-5% dari berat badan ikan per hari. 

Penanganan Hama dan Penyakit

budidaya ikan patin di ember budidaya ikan patin di keramba budidaya ikan patin di kolam budidaya ikan patin di kolam tembok budidaya ikan patin di kolam kecil budidaya ikan patin 1000 ekor estimasi biaya budidaya ikan patin foto budidaya ikan patin
Image: kelasternak.com

Cara untuk mencegah akses masuk hama ke kolam salah satunya  dengan memasang lampu penerangan di sekitar kolam. Hama biasanya terusik jika ada sinar lampu.

Penyakit pada ikan patin bisa disebabkan karena infeksi dan non-infeksi. Biasanya penyakit non-infeksi timbul akibat adanya gangguan dari faktor yang bukan patogen. Sedangkan penyakit non-infeksi ini tidak akan menular.

Sementara penyakit akibat infeksi timbul karena gangguan organisme patogen. Keduanya perlu penganganan yang tepat agar tidak membunuh ikan dan merusak kualitasnya.

Proses Panen yang Benar

budidaya ikan patin bogor budidaya ikan patin berapa lama budidaya ikan patin bioflok budidaya ikan patin & bawal bogor jawa barat budidaya ikan patin bagi pemula budidaya ikan patin beserta gambar budidaya ikan patin beserta gambarnya
Image: kelasternak.com

Pemanenan juga perlu dilakukan dengan cara yang tepat, sehingga ikan tidak mengalami kerusakan, kematian, dan cacat. Jika penangkapan ikan dilakukan dengan menggunakan jala apung, sebaiknya dimulai dari bagian hilir kemudian bergerak ke bagian hulu.

Cara pemanenan seperti ini lebih menguntungkan karena ikan tetap mendapatkan air sehingga kematian ikan dapat dihindari. Pemasaran ikan patin dalam bentuk segar dan hidup juga lebih banyak diminati sehingga usahakan untuk menjualnya dalam keadaan hidup.

Praktik budidaya ikan patin modern di Indonesia masih dihadapkan dengan berbagai tantangan mulai dari  kebutuhan benih yang berkualitas, peningkatan kebutuhan pakan yang berkualitas, penurunan kualitas air, hingga ancaman serangan penyakit.

Teknik budidaya yang tidak efisien, penggunaan zat-zat kimia, hingga penanganan paska panen yang buruk juga dapat menurunkan kualitas ikan patin, bahkan bisa menyebabkan gagal panen. Dengan mengaplikasikan kiat yang benar, potensi budidaya ikan patin yang sukses akan semakin terbuka lebar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *